Memang hobi yang satu ini menghabiskan banyak materi namun banyak juga menghadirkan kepuasan.. cure for curiosity alias panglipur rasa penasaran. Memang bila di bandingkan dengan teman dan temin seangkatan frekuensi dolan-dolan saya bisa di bilang lumayan lebih. Maka dari itu status keuangan saya pun jarang sekali ada pada posisi plus. Sebenarnya sih uang yang di keluarkan untuk bertamasya keliling eropa tidak seberapa bila dibanding dengan pengalaman liat kanan kiri alias sightseeing atau ndelok kiwo tengen. Untuk mengatasi masalah keuangan saya mulailah saya berbagi ilmu dalam memainkan gitar alias ngelesi gitar, namun semua itu tak cukup mengganti, mulailah saya menjual investasi studio pribadi saya... 3 gitar telah raib terjual, 1 drum machine pun ikut pergi, di ikuti dengan BOSS ME50 yang telah menemaniku selama 1 tahun lebih. Harta terpendam ku tinggal 3 buah gitar listrik, 1 buah gitar akustik, 1 buah ampli gitar, 1 buah synth, 1 buah saxophone. Bila saya amati dari gejolak perekonomian di enschede, apa daya ku.. 2 buah gitar listrik saya akan ikut raib dalam waktu dekat, di ikuti oleh saxophone kesayangan saya. Ku harap dengan modal barang-barang di atas keinginan untuk menapakan kakiku di spanyol, portugal, dan praha akan tercapai.
Nah, biasanya orang yang sering dolan memiliki foto-foto yang banyaknya mungkin setengah dari hard disk mereka. Lain halnya dengan saya yang hanya memiliki 2GB dari 40GB hard disk di laptop saya. Maka dari itu berbahagialah saya bila saya dolan dengan seorang fotografer (bung yosep sugiarto) yang senantiasa mengambil foto-foto tak terduga dengan berbagai pose yang tak pernah terlintas dalam benak ku. Keberadaan bung yosep ini mengisi sebagian besar foto-foto dolan-dolan dalam negeri saya. Namun bung yosep pun harus pulang ke tanah air. Mau ndak mau saya harus mencari pengganti bung yosep dalam menemaniku dolan-dolan.. hehehe.
Cukup sekian ngobrol-ngobrol tentang dolan-dolannya, saya tahu memang posting saya yang kali ini tak ada maksud dan intinya, hanya sekedar sebagai pengisi waktu nganggur saya.. Bila bahasa indonesia terlihat atau terdengar garing bagi mata ataupun telinga anda.. ya memang itulah maksud saya menulis posting ini.